Halloween Costume ideas 2015
Desember 2015

123
Mengenal TIK, potensi dan memanfaatkanTIK dalam pembelajaran untuk membantu dan mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran kurikulum 2013. Mengenal TIK dalam pembelajaran
Mengidentifikasikan jenis-jenis peralatan TIK serta manfaat/potensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran  Memanfaatkan TIK dalam pembelajaran serta langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran implementasi kurikulum 2013 dengan integrasi TIK.
Memanfaatkan TIK Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013
Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang TIK ?
TIK atau Teknologi Informasi Dan Komunikasi – TIK adalah singkatan dari Teknologi Informasi Dan Komunikasi atau jika dalam bahasa Inggris ‘Information and Communication Technologies’
Baca Juga Peran TIK Dalam Kurikulum Nasional

Aspek Cakupan TIK
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Sehingga berbagai proses kegiatan yang bisa dilakukan manual jauh lebih mudah dan cepat


Manfaat TIK Pembelajaran
  • mempermudah dan memperluas akses bahan pembelajaran;
  • meningkatkan mutu pembelajaran 
  • Mempermudah penyampaian materi pembelajaran dalam bentuk multimedia
  • meningkatkan profesionalisme guru 
  • meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pembelajaran
Banyak Media Pembelajaran berbasis TIK salah satunya ada istilah e-learning dan situs penyedia media pembelajaran online tersebut bisa bapak ibu lihat pada link berikut:


123Kurikulum 2013, Dan Kurikulum Nasional, apa bedanya ? portal kami url nya Kurikulum Nasional bukan berarti kami menyatakan juga Kurikulum 2013 berubah lagi, pada akhir revisi Kurikulum 2013, banyaknya pemberitaan yang menyatakan bahwa Kurikulum 2013 digantikan oleh Kurikulum Nasional, ini sama sekali tidak betul memaknai makna dan arti bahasa Kurikulum Nasional sejatinya yang dimaksud Kemdikbud.

Saya dan Bapak/Ibu Guru semua tentu tak ingin gagal memaknai nya apa arti dan Maksud Bahasa Kurikulum Nasional serta apakah menjadi nama baru untuk Kurikulum 2013 seperti yang santer diberitakan media online.
Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Nasional Apa Beda Nya

Sedikit kami kutip pernyataan Menteri Anies tentang apa itu Kurikulum Nasional apakah perannya menggantikan Kurikulum 2013 ? tentu hal itu dibantah keras oleh beliau karena tidak ada satupun Permendikbud beliau yang memuat kalimat tentang ketegasan Kurikulum Nasional untuk menggantikan Kurikulum 2013 Hingga saat ini.

Pada berita yang kami lansir dari sumber Kemdikbud mengenai Evaluasi Kurikulum 2013 Sudah Tuntas Mendikbud mengatakan, setidaknya ada dua aspek yang dievaluasi dalam Kurikulum 2013, yaitu desain Kurikulum 2013 dan dokumen Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum 2013 saat ini masih dilakukan secara bertahap sambil menunggu hasil evaluasi Kurikulum 2013.

Mendikbud juga membantah kabar yang beredar mengenai penggantian nama Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Nasional. Kurikulum Nasional, katanya, bukanlah nama baru dari Kurikulum 2013, melainkan bermakna bahwa kurikulum tersebut berlaku secara nasional. “Tidak ada Permendikbud yang menyebut tentang Kurikulum Nasional,” tegasnya.

Menteri Anies menuturkan, implementasi Kurikulum 2013 akan tetap dilanjutkan sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dirampungkan Kemendikbud. “Kita ingin proses perbaikan kurikulum tidak dipandang sebagai satu-satunya cara meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Ini hanya salah satu caranya,” ujarnya.

123Panduan Penilaian Kurikulum 2013 terbaru Hasil Revisi untuk SD, SMP,SMA dan SMK Berdasarkan Permendikbud nomor 53 tahun 2015, Peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan salah satu agenda prioritas pembangunan pendidikan nasional tahun 2015-2016 sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Disamping tersedianya kurikulum yang handal, salah satu aspek terpenting dalam upaya menjamin kualitas layanan pendidikan adalah menyediakan sistem penilaian yang komprehensif sesuai dengan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.

Untuk itu Direktorat Jendera Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan), telah menyusun Panduan Penilaian pada satuan pendidikan dasar dan menengah diantaranya adalah Panduan Penilaian

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Kurikulum 2013 yang diimplementasikan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014. Kurikulum 2013 menerapkan pembelajaran berbasis aktivitas, yang diharapkan akan menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi.

Hal ini berimplikasi pada pelaksanaan penilaian yang meliputi penilaian sikap, pengetahuan,
dan keterampilan, yang dilakukan menggunakan berbagai cara, antara lain observasi, penilaian proyek, dan portofolio

Pada kenyataannya penilaian berdasarkan Kurikulum 2013 pada awal penerapannya belum terlaksana sepenuhnya sebagaimana diharapkan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan di satuan pendidikan pelaksana Kurikulum 2013, teridentifikasi bahwa permasalahan utama dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah pada penilaian hasil belajar peserta didik.

DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SD 2015 FINAL
DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SMP 2015 FINAL
DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SMA 2015 FINAL
DOWNLOAD BUKU PETUNJUK PENILAIAN K13 SMK 2015 FINAL

123
Tujuan Pelibatan Publik atau Partisipasi Publik pada Kurikulum Nasional yaitu untuk Melakukan proses yang terbuka dan bertanggung jawab dalam pengembangan dan implementasi kurikulum nasional dengan melibatkan seluruh pelaku di ekosistem pendidikan Memfasilitasi masukan publik pada aspek dokumen kurikulum, buku, kesiapan guru dan sekolah, baik yang bersifat evaluatif maupun aspiratif Mendapatkan contoh model implementasi yang beragam, efektif dan efektf untuk potensi anak teruji di lapangan.

Pada Kerangka Dasar Kurnas, Publik diundang untuk memberi masukan bagi topik-­topik kunci yang dibutuhkan dalam beberapa seri diskusi publik maupun bentuk lain. Peserta diskusi terdiri dari undangan, namun sebagian kegiatan akan bersifat terbuka bagi yang ingin mendaftar
dan yang memiliki kontribusi sesuai dengan tema diskusi.

Dilakukan di berbagai tempat di Indonesia (representasi kawasan geografis,pengaruh,tingkat pendidikan), seluruh proses dikomunikasikan terbuka lewat mekanisme online

Contoh tema seri diskusi publik:
• Standar kelulusan siswa
Harapan siswa setelah lulus 12 tahun dari sistem pendidikan di Indonesia
• Proses belajar menyenangkan dan efektif bagi siswa
• Praktek-­‐praktek efektif dalam membentuk karakter positif
• Muatan lokal: Proses belajar efektif yang sesuai dengan potensi lokal
• Proses Penilaian yang efektif dengan potensi anak

Kurikulum nasional adalah standar minimal yang diterapkan di seluruh Indonesia
sedangkan daerah dan sekolah dapat mengembangkan kurikulum sesuai keunikan dan konteks kebutuhannya.
Pelibatan Publik Dalam Proses Pengembangan Dan  Implementasi Kurnas

Kemdikbud akan bekerja sama dengan daerah dalam hal mengembangkan kapasitas sekolah untuk mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal. Proses perbaikan kurikulum bukan hanya pada perbaikan dokumen tetapi juga fokus pada penguatan kapasitas sekolah dan guru melalui pelatihan dan pendampingan sekolah, baik untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum KTSP maupun 2013.

Dalam proses pengembangan implementasi kurikulum, kemdikbud akan terus menyediakan jalur yang terbuka bagi publik untuk terlibat memberikan masukan lewat berbagai mekanisme dan kanal; antara lain dalam bentuk laporan serta forum-­forum diskusi.

123
Jika pada sebelumnya kita telah bahas skema Implementasi Kurikulum Nasional untuk tahun 2015 hingga 2019 lihat skema kebijakan Kurikulum Nasional kini kita mencoba berlanjut dari paparan Kemdikbud untuk visi dan misi akan kesiapan Sekolah pada pelaksanaan Kurikulum Nasional yang tak akan lama lagi lewat Monitoring dan Evaluasi pelibatan berbagai pihak agar serta merta Kurikulum ini bisa terlaksana dengan baik.

Kurikulum Nasional dalam kerangka strategis hingga model revisi K13 yang baru menjadikan revisi data Kurikulum yang disempurnakan dalam satu kesatuan, namun dengan itu perlunya hal-hal mendasar yaitu seperti yang kami jabarkan dibawah ini.

Persiapan Sekolah Untuk Kurikulum Nasional Dalam Skema Kesiapan sekolah didorong secara kontinyu lewat berbagai metode komprehensif dengan skema persiapan sekolah yang lengkap
Berbagai bentuk Asesmen kesiapan sekolah (termasuk guru) serta tingkat kapasitas
sekolah dalam penerapan kurnas, yang terintegrasi dengan bentuk assessment lain yang sudah ada.
Pelibatan sekolah rujukan untuk ikut mendampingi sekolah lainnya dalam rangka percepatan peningkatan kesiapan sekolah
Tahun Ajaran
2015/2016  10 %  SekolahRintisan + calon sekolah rujukan di tiap kabupaten
2016/2017  15 %  Sekolah lainnya
2017/2018  35 %  Sekolah lainnya
2018/2019  40 %  Sekolah lainnya

Tahap
implementasi: Kriteria sekolah sasaran dan proses monev dikoordinasikan lebih lanjut oleh unit terkait
Persiapan Sekolah Untuk Kurikulum Nasional Dalam Skema

Catatan:
1. Diluar skema ini, peningkatan kapasitas kepsek/guru secara umum
akan sejalan dengan mendorong kesiapan sekolah untuk menerapkan
kurikulum nasional serta pengembangan berkelanjutan
2. Indikator keberhasilan skema persiapan ini adalah 90% sekolah
yang didampingi siap menerapkan kurikulum nasional.

123
Dalam Kerangka Strategis Kurikulum Nasional (Kurnas) Mendikbud 2015-2019 memfokuskan Terbentuknya insan serta ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong-royong.
Dalam Strategi Pertama 
Penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan
Menguatkan siswa, guru, kepala sekolah, orangtua dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan.Memberdayakan pelaku budaya dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan perilaku yang mandiri dan berkepribadian.

Strategi Kedua
Peningkatan mutu dan akses
Meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup Standar Nasional Pendidikan untuk mengoptimalkan capaian Wajib Belajar 12 tahun.  Meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang terpinggirkan. Fokus kebijakan didasarkan pada percepatan peningkatan mutu dan akses untuk menghadapi persaingan global dengan pemahaman akan keberagaman, penguatan praktik baik dan inovasi.

Strategi Ketiga
Pengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik.
Melibatkan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan
dengan berbasis data, riset dan bukti lapangan. Membantu penguatan kapasitas
tata kelola pada birokrasi pendidikan di daerah Mengembangkan koordinasi
dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional, Fokus kebijakan dimulai dari
mewujudkan birokrasi Kemdikbud RI yang menjadi teladan dalam tata kelola yang
bersih, efektif dan efisien serta melibatkan publik.
Skema Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum Nasional

SASARAN PENERAPAN KURIKULUM NASIONAL

  • 1. Pengembangan Kurikulum Nasional sebagai standar minimal di semua sekolah di Indonesia yang terintegrasidi dalam 1 kurikulum setiap sekolah
  • 2, Pengembangan ragam kurikulum sekolahberbasis kekuatan lokal
  • 3. Peningkatan kapasitas sekolah (termasuk guru) dalam menerapkan kurnas,dan dalam tahap selanjutnya mampu secara mandiri mengembangkan kurikulum sekolah sesuai konteks kebutuhannya
  • 4. Materi & alat ajar pendukung kurikulum yang bermutu dan beragam


123
Pelaporan hasil belajar dilakukan oleh pendidik yang diberikan dalam bentuk laporan hasil semua bentuk penilaian. Pelaporan hasil belajar merupakan hasil pengolahan oleh pendidik dengan menggunakan kriteria kompetensi sikap, yang dinyatakan dalam deskripsi kualitas, kompetensi pengetahuan dinyatakan dalam predikat dan deskripsi kualitas, kompetensi keterampilan dinyatakan dalam predikat dan deskripsi kemahiran.
A. Deskripsi Sikap
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengisian rapor kompetensi sikap:
1. Tuliskan deskripsi pada aspek sikap spiritual dan aspek sikap sosial yang sesuai dengan pencapaian peserta didik berdasarkan hasil observasi guru kelas, catatan guru agama, catatan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), muatan lokal, dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai unsur utama, sedangkan penilaian diri dan penilaian antarteman sebagai alat konfirmasi.
2. Mendeskripsikan kecenderungan aspek yang menonjol berdasarkan hasil observasi dari guru-guru dan kegiatan belajar pada butir 1 yang ditulis dengan kalimat positif.
3. Mendeskripsikan aspek sikap yang sangat baik dan mendeskripsikan aspek sikap yang masih perlu bimbingan.

Contoh deskripsi:
Sikap Spiritual
Fani Maelani terbiasa berdoa sebelum dan sesudah belajar, dalam bersyukur perlu bimbingan lebih lanjut.
Sikap Sosial
Fani Maelani sangat disiplin, dalam hal kepedulian terhadap teman dan lingkungan perlu bimbingan.

B. Predikat dan Deskripsi Pengetahuan dan Keterampilan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengisian rapor kompetensi pengetahuan dan keterampilan:
1. Tentukan nilai akhir setiap kompetensi dasar pada muatan mata pelajaran.
2. Nilai setiap kompetensi dasar diperoleh dari gabungan Nilai Ulangan Tengah Semester (NUTS), dan Nilai Ulangan Akhir Semester (NUAS).

NA = (NUTS + NUAS)
      2
Catatan:
Ulangan harian digunakan untuk kepentingan remedial dan pengayaan, dapat dilakukan setiap akhir tema.

3. Predikat diperoleh dari nilai akhir pada setiap kompetensi dasar.
4. Predikat yang ditulis dalam rapor berupa: A; B; C; dan D.
5. Deskripsi pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan memperhatikan aspek yang dicapai pada setiap muatan pelajaran berdasarkan hasil analisis kompetensi dasar.
6. Deskripsi ditulis dengan kalimat positif sesuai capaian predikat tertinggi dan terendah yang diperoleh peserta didik pada aspek tertentu.
7. Capaian predikat C dan D dideskripsikan sebagai capaian yang perlu bimbingan.

PETUNJUK PENGISIAN RAPORT

1. Rapor dipergunakan selama peserta didik yang bersangkutan mengikuti seluruh program pembelajaran di Sekolah Dasar tersebut;
2. Identitas Sekolah diisi dengan data yang sesuai dengan keberadaan Sekolah Dasar;
3. Daftar Peserta didik diisi oleh data siswa yang ada dalam rapor ini;
4. Identitas Peserta didik diisi oleh data yang sesuai dengan keberadaan peserta didik;
5. Rapor  harus dilengkapi dengan pas foto berwarna (3 x 4) dan pengisiannya dilakukan oleh Guru Kelas;

6. Kompetensi inti 1 (KI-1) untuk sikap spiritual diambil dari KI-1 pada muatan pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti;
7. Kompetensi inti 2 (KI-2) untuk sikap sosial diambil dari KI-2 pada muatan pelajaran PKn;
8. Kompetensi inti 3 dan 4 (KI-3 dan KI-4) diambil dari KI-3 dan KI-4 pada semua muatan pelajaran;
9. Rapor ditulis dalam bentuk predikat dan deskripsi untuk masing-masing muatan pelajaran;
10. Predikat diisi berdasarkan rata-rata pencapaian kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan;
11. Predikat yang ditulis dalam Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik:
A : Sangat Baik; B : Baik; C : Cukup; D : Kurang
Petunjuk Pengisian Raport SD Kurikulum Nasional12. Deskripsi pada kompetensi sikap ditulis dengan kalimat positif berdasarkan kumpulan hasil observasi (catatan) aspek yang menonjol;
13. Deskripsi pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan ditulis dengan kalimat positif sesuai capaian predikat tertinggi atau terendah yang diperoleh peserta didik. Apabila capaian kompetensi dasar yang diperoleh dalam muatan pelajaran itu sama, kolom deskripsi ditulis berdasarkan capaian yang diperoleh;
14. Capaian predikat C dan D dideskripsikan sebagai capaian yang perlu bimbingan.
15. Laporan Ekstrakurikuler diisi oleh kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik;
16. Saran–saran diisi oleh hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian peserta didik, guru, dan orangtua/wali terutama untuk hal-hal yang tidak didapatkan dari sekolah;
17. Laporan tinggi dan berat badan peserta didik ditulis berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan guru bekerjasama dengan pihak lain yang relevan;
18. Laporan kondisi kesehatan fisik diisi dengan deskripsi hasil pemeriksaan yang dilakukan guru, bekerjasama dengan tenaga kesehatan atau puskesmas terdekat;
19. Prestasi diisi dengan prestasi peserta didik yang menonjol;
20. Kolom ketidakhadiran ditulis dengan data akumulasi ketidakhadiran peserta didik karena sakit, izin, atau tanpa keterangan selama satu semester;
21. Apabila peserta didik pindah, maka dicatat di dalam kolom keterangan pindah.

123
Deskripsi Hasil Belajar terutama dalam Raport Kurikulum 2013 atau Kurikulum Nasional menjadi beban tersendiri bagi Guru, Misal  Pelaporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik  Sekolah Dasar Penilaian oleh pendidik = penilaian berbasis kelas (classroom based assessment) = penilaian terhadap hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh pendidik, baik selama maupun sesudah proses pembelajaran. Penilaian mencakup:
(a) sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2);
(b) pengetahuan (KI-3); dan
(c) keterampilan (KI-4).

Fungsi penilaian:
Formatif: untuk peningkatan kualitas pembelajaran
Sumatif: untuk melihat ketercapaian atau hasil pembelajaran
Masalah 
KD pada KI-1 berbeda untuk tiap kelas dan tiap muatan pelajaran.
Jumlah KD dalam KI-2 terlalu banyak, dan berbeda untuk tiap kelas dan tiap muatan pelajaran.
Indikator KI-3 dan KI-4 cukup banyak dan sering diulang-ulang, hal ini sangat menyulitkan dalam penulisan deskripsi.
Guru tidak  melakukan pemetaan & analisis KI dan KD
Guru tidak menyusun kisi-kisi untuk menyusun instrumen penilaian.
Guru mengalami kesulitan dalam menuangkan hasil belajar ke dalam deskripsi rapor.

Solusi Permalasahan
Penilaian Sikap (KI-1 & KI-2), dilakukan berdasarkan pengamatan yang dilakukan guru, selama 1 semester. KD aspek sikap (KI-1 & KI-2) tidak dinilai pada setiap muatan pelajaran melainkan cukup dengan satu format penilaian saja. Penilaian KI-3 dan KI-4:, Membuat Pemetaan KI dan KD
Menyusun kisi-kisi, Melakukan analisis (Ulangan Harian, UTS, dan UAS).
Memanfaatkan IT dalam penyusunan Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi.

Contoh KI-1 Dan KI 2
Solusi Deskripsi Hasil Belajar Kurikulum Nasional
Selanjutnya pada aspek yang lain sebagai berikut:
Solusi Deskripsi Hasil Belajar Kurikulum Nasional

123
Lembar Kerja Siswa (LKS) pada pembelajaran Kurikulum Nasional atau kurikulum 2013 merupakan salah satu cara untuk mengaktifkan siswa ketika pembelajaran. Namun faktanya terkadang guru tidak menerapkan LKS ketika pembelajaran, dan guru hanya menerapkan strategi ceramah (teacher center). Hal tersebut akan berpengaruh pada keterampilan siswa.

Berbagai Implementasi penerapan Lembar Kerja Siswa atau LKS pada suatu sekolah harus di akui tidak banyak yang diterapkan. Dalam kurikulum 2013 pemerintah melalui Kemendikbud telah menyiapkan buku teks untuk sebagai buku panduan pembelajaran yang berisi materi pembelajaran dan lembar kerja siswa (LKS). Sehingga guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat menggunakan LKS yang terdapat di buku teks.
Lembar Kerja Siswa (LKS) SD Media Untuk Belajar Aktif

Sesuai dengan kaidah kurikulum 2013 dimana LKS harus dibuat dengan menerapkan pendekatan saintifik sehingga penerapan LKS dapat mengaktifkan siswa ketika proses pembelajaran di kelas. LKS dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa terutama untuk mengasah
keterampilan. Karena LKS dalam kurikulum 2013 cenderung mengarah ke kegiatan praktikum sehingga keterampilan siswa akan terasah ketika menerapkan LKS. Penerapan LKS dapat digunakan sebagai media untuk belajar aktif

Berikut kami bagikan unduhan Lembar Kerja Siswa untuk Sekolah Dasar/SD sebagai berikut:
LK-1.4 Analisis Keterkaitan SKL, KI dan KD
LK-2 Penggunaan Buku 
LK-3.1 Penyusunan Prota dan Promes
LK-3.2 Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran
LK-3.3 Perancangan Penilaian Autentik
LK-3.4 Penyusunan dan Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
LK-3.5 Penilaian dan Pengisisan Rapor 
LK-3.5 Penilaian dan Pengisisan Rapor
LK-4.1 Analisis Video Pembelajaran
LK-4.2 Praktik Pembelajaran Terbimbing

123Juknis atau petunjuk tekhnis pembuatan RPP Kurikulum Nasional atau Kurikulum 2013 sebagaiman kami lampirkan dibawah ini link unduhan nya merupakan panduan yang bisa dijadikan referensi Bapak/Ibu dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP, sebagaiman telah kita ketahui bersama Panduan Pembuatan RPP pada tiap Kurikulum selalu ada baik itu KTSP 2006 maupun yang saat ini Kurikulum 2013, tak berbeda jauh unsur materi dalam pembuatan RPP

Pengertian RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu hari.
Panduan Pembuatan RPP Kurikulum Nasional

Komponen RPP
  • Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
  • Kelas/Semester
  • Tema
  • Subtema
  • Pembelajaran ke-
  • Alokasi waktu
  • Kompetensi Inti
  • Kompetensi Dasar dan Indikator
  • Tujuan Pembelajaran
  • Materi Pembelajaran
  • Metode Pembelajaran
  • Media, alat, dan sumber  pembelajaran
  • Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
c. Penutup
  • Penilaian
Proses Penyusunan RPP
Mengkaji Silabus Tematik, Pada kurikulum 2013, silabus telah dikembangkan di tingkat nasional ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan ke dalam bentuk proses pembelajaran

Mengkaji Buku Guru
Pada buku guru terdapat diantaranya: Kompetensi Inti (KI) Pemetaan Kompetensi Dasar (KD), Pemetaan Indikator, Tujuan Pembelajaran Media dan alat pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Penilaian Refleksi, Pengayaan dan Remedial
Pendampingan bersama orangtua

Mengkaji Buku Siswa
Buku siswa merupakan buku panduan sekaligus buku aktivitas yang memudahkan siswa untuk terlibat aktif di dalam pembelajaran

Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Disusun untuk memberikan bantuan kepada para guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional Memuat rangkaian kegiatan manajerial yang dilakukan guru Merupakan langkah-langkah guru dalam membuat peserta didik aktif belajar.
Selengkapnya silahkan unduh pada link dibawah ini......

123
Program Tahunan dan Program Semester Kurikulum Nasional/Kurikulum 2013 dengan model baru hasil revisi, kami bagikan link download secara gratis untuk Bapak/Ibu Guru Semua, Perangkat Kegiatan Belajar Mengajar Kurikulum Nasional.Kurikulum 2013 ini menjadi bagian penting untuk rekan rekan Guru dalam kegiatan administrasi kelas setiap harinya.

Meski awal ini kami bagikan untuk Sekolah Dasar/SD yang kedepan kita lanjut pada Perangkat Kurikulum Nasional untuk SMP/MTs, SMA dan SMK
Prota Dan Promes Kurikulum Nasional

File-File unduhan kami bagikan pada link yang kami lampirkan dibawah ini. dengan harapan file-file ini bisa bermanfaat bagi Rekan Rekan Guru di Indonesia.
Program Tahunan dan Program Semester Kurikulum 2013 atau Kurikulum Nasional Sebagai Berikut
Silahkan download pada link dibawah ini

PROMES KELAS 1 (a) KURNAS
PROTA    KELAS 1 (a) KURNAS
PROTA    KELAS 1 (b) KURNAS
PROMES KELAS 2 (a) KURNAS
PROTA    KELAS 2 (a) KURNAS
PROMES KELAS 4 (b) KURNAS
PROTA    KELAS 4 (a) KURNAS
PROMES KELAS 5 (b) KURNAS
PROTA      KELAS 5 KURNAS 

123
Panduan dan Contoh Lembar Interaksi Orang Tua Siswa ini sangat baik digunakan oleh Bapak/Ibu disekolah karena untuk diketahui saja Peran Keterlibatan Orang Tua, Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, dan berkembang menjadi dewasa. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan di dalam keluarga akan selalu mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya watak budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan digunakan oleh anak sebagai dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.
Lembar Interaksi Orang Tua Siswa Pada Kurikulum Nasional

Tujuan Interaksi Orang Tua dan Sekolah Pada Kurikulum Nasional Dalam Pembelajaran
Terciptanya kesamaan pemahaman tentang Pembelajaran di Sekolah Dasar dalam Kurikulum 2013/Kurikulum Nasional antara Orang Tua dan Sekolah
Terciptanya keseimbangan pola didik antara di sekolah dan di rumah
Terciptanya hubungan/interaksi yang efektif bagi  peserta didik dengan orang tua

Serta pada kendala atau hambatan yang telah dianalisis tersebut solusi dari revisi kurikulum 2013 yang baru ini adalah sebagai berikut dalam peran serta orang tua dalam pendidikan:

Keterlibatan dapat berupa:
1. menyediakan fasilitas belajar
2. mengawasi kegiatan belajar
3. kerjasama 

  • LEMBAR KERJA ORANG TUA SISWA
  • PANDUAN INTERAKSI SEKOLAH DAN ORANG TUA
  • 123
    Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM Kurikulum 2013 terbaru dalam bentuk Permendikbud no 53 tahun 2015, menggunakan pola atau cara hitung yang sedikit berbeda, penghitungan KKM Kurikulum Nasional memiliki muatan sebagai berikut yang kiranya Bapak/Ibu harus ketahui, dari berbagai Kompetensi Dasar dan Indikator ada sejak awal muatan materi sebagai berikut:
    1. Kompetensi Inti
    2. Kompetensi Dasar
    3. Indikator Pencapaian Kompetensi
    4. Kriteria Penentuan KKM
        a. Kompleksitas
        b. Daya Dukung
        c. Intake Siswa
    5. Hasil KKM Dalam Aspek
        a. Sikap
        b. Keterampilan
        c. Pengetahuan
    Cara atau Panduan Hitung KKM Kurikulum Nasional, Untuk Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

    Silahkan unduh pada link diibawah ini.

    MKRdezign

    Formulir Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget